Jumat, 25 Maret 2016

Tabel Nama-nama kitab, jumlah pasal, penulis dan tahun penulisan



Tabel Nama-nama kitab, jumlah pasal, penulis dan tahun penulisan

Nama kitab
Jumlah pasal
Jumlah ayat
Penulis
Tahun penulisan
Perjanjian Lama

Kejadian –
Maleakhi ( 66 kitab
929     
23145


Taurat
Kitab Kejadian
50
1533   
Musa
± 1440 S.M

Kitab Keluaran
40
1213
Musa
1400- 1440 S.M

Kitab Imamat
27
859
Musa
1439 S.M

Kitab Bilangan
36
1288
Musa
1401 S.M

Kitab Ulangan
34
959
Musa
1400 S.M
Kitab Sejarah
Kitab Yosua
24
658
Yosua
1390-1370 S.M

Kitab Hakim-Hakim
21
618
Tidak diketahui.
Bisanya Samuel
1050-970 S.M

Kitab Rut
4
85
Tidak deketahui
Biasanya
Samuel
1030-970 S.M

Kitab 1 Samuel
31
810
Samuel, Natan, dan Gad. ( 1 Sam. 10:25; 1 Taw. 29:29)
1060-900 S.M

Kitab 2 Samuel
24
695
Natan dan Gad
( 1 Taw. 29:29)
970-900 S.M

Kitab 1 Raja-raja
22
816
Tradisi menunjuk Yeremia mungkin ada natan dan Gad (1 Taw. 29:29)
600-580 S.M

Kitab 2 Raja-raja
25
719
Tradisi menunjuk Yeremia
600-580 S.M

Kitab 1 Tawarikh
29
942
Kemungkinan Ezra
± 450 S.M

Kitab 2 Tawarikh
36
822
Kemungkinan ditulis oleh Ezra
± 450 S.M

Kitab Ezra
10
280
Ezra
440-400S.M

Kitab Nehemia
13
406
Nehemia
440-400S.M

Kitab Ester
10
167
Kemungkinan ditulis oleh Mordekhai (9:20)
450-420S.M
Kitab Puisi
Kitab Ayub
42
1070
Kemungkinan Ayub
Tidak diketahui

Kitab Mazmur
150
2461
Daud (73), Asaf  (12)
Putera-putera Korah(12)
Dari/ untuk Salomo(2)
Musa (1), Heman (1)
Etan  (1)
1400-500 S.M

Kitab Amsal
31
915
Ditulis dan dikumpulkan oleh Salomo.
950 S.M

Kitab Pengkhotbah
12
222
Mungkin Salomo
900 S.M

Kitab Kidung Agung
8
117
Salomo
970 S.M
Nabi-nabi besar
Kitab Yesaya
66
1292
Yesaya
740-681 S.M

Kitab Yeremia
52
1364
Yeremai
620-560S.M

Kitab Ratapan
5
154
Yeremia
±586 S.M

Kitab Yehezkiel
48
1273
Yehezkiel
593-563 S.M

Kitab Daniel
12
357
Daniel
530 S.M
Nabi-nabi kecil
Kitab Hosea
14
197
Hosea
750-710 S.M

Kitab Yoel
3
73
Yoel
810-780 S.M

Kitab Amos
9
146
Amos
765-755S.M

Kitab Obaja
1
21
Obaja
848-840S.M

Kitab Yunus
4
48
Yunus
780-770S.M

Kitab Mikha
7         
105
Mikha
735-700S.M

Kitab Nahum
3         
47
Nahum
650-620S.M

Kitab Habakuk
3         
56
Habakuk
620-600S.M

Kitab Zefanya
3         
53       
Zefanya
638-624S.M

Kitab Hagai
2         
38
Hagai
520 S.M

Kitab Zakharia
14       
211
Zakharia
520-518S.M
490-480S.M

Kitab Maleakhi
4         
55       
Maleakhi
435-410S.M
Kitab PerjanjianBaru
Matius – Wahyu
( 27 kitab)
260     
7957   


Injil Sinoptik  
Injil Matius
28
1071
Matius
55-70 M

Injil Markus
16       
678     
Markus
50-68 M

Injil Lukas
24
1151   
Lukas
60 M

Injil Yohanes
21       
879     
Yohanes
85-95 M
Sejarah
Kisah Para Rasul
28       
1007   
Lukas
62 M
Surat-surat Paulus
Roma
16       
433
Paulus
55/56 M

1 Korintus
16       
437     
Paulus
55 M

2 Korintus
13       
257     
Paulus
56 M

Galatia
6         
149     
Paulus
48/49-57-58 M

Efesus
6         
155     
Paulus
60/61

Filipi
4         
104
Paulus
61 M

Kolose
4         
95
Paulus
60/61 M

1 Tesalonika
5
89       
Paulus
50/51 M

2 Tesalonika
3         
47       
Paulus
51 M

1 Timotius
6         
113     
Paulus
63 M

2 Timotius
4         
83       
Paulus
67 M

Titus
3         
46
Paulus
65 M

Filemon
1         
25       
Paulus
60/61 M

Ibrani
13       
303     
Tidak diketahui
65-70 M

Yakobus
5
108
Yakobus
45 M
Surat-surat Petrus
1 Petrus
5         
105     
Petrus
63-65 M

2 Petrus
3         
61
Petrus
65-67 M
Surat-surat Yohanes
1 Yohanes
5         
105     
Yohanes
85-90 M

2 Yohanes
1
13       
Yohanes
85-90 M

3 Yohanes
1         
14       
Yohanes
85-90 M
Surat Yudas
Yudas
1         
25       
Yudas
67/68-80/85M
Kitab nubuat
Wahyu
22       
404     
Yohanes
90-95 M
Total seluruh
Kejadian – Wahyu ( 66 kitab)
1189   
31102 


Minggu, 20 Maret 2016

Cara merenungkan Firman Tuhan (Saat Teduh)

Cara merenungkan Firman Tuhan (Saat Teduh)
1.      Mulailah Saat Teduh dengan berdoa kepada Tuhan agar melalui Firman-Nya Anda diajari, diperintahkan, dihiburkan, ditegur, dididik, diperbaiki, diperlengkapi, dibimbing, dsb.
2.      Bacalah dan renungkanlah sebuah nas yang singkat dalam Firman Tuhan. Lebih baik untuk membaca lima ayat dengan menghasilkan sesuatu yang berarti dari nas tersebut daripada membaca satu pasal kemudian tidak mengingat sesuatu pun. Sering terjadi bahwa orang percaya membaca terlalu banyak, lalu berkecil hati, dan akhirnya mereka berhenti sama sekali mengadakan Waktu Teduh.
3.      Sesudah nas tersebut dibaca dengan tempo lambat, tanyakanlah ke­pada diri Anda dengan Enam Pertanyaan Dasar atas Setiap Ayat.
1.      Siapa?
Saat mengajukan pertanyaan “siapa”, kita sedang berusaha menentukan siapa yang berbicara dan kepada siapa hal itu disampaikan. Contoh terlihat di dalam kej.22:2, ketika Allah memerintahkan Abraham untuk mengorbankan putranya, anak tunggalnya kepada-Nya. Dalam hal ini, Allah berbicara langsung kepada Abraham, bukan kepada orang lain. Oleh sebab itu, kita, sebagai pendengar Firman, tidak berkewajiban untuk melakukan perintah tersebut.

2.      Apa?
      Pertanyaan “apa ?” berhubungan dengan realita dari hal yang sedang dikatakan. Yesus Kristus dikatakan sebagai “Anak Domba” dalam Wahyu 5. Itu tidak berarti bahwa Dia adalah seekor mahluk berbulu, berkaki empat, tetapi merujuk kepada pengorbanan-Nya bagi dosa (Yohanes 1:29), itulah “kenyataan” nya.
3.      Kapan?
      Pertanyaan “kapan” mengarahkan kita kepada batasan waktu di mana suatu ayat tertentu dikatakan. Sebagai contoh, perkawinan Abraham dengan adik tirinya bisa diinterpretasikan sebagai hal yang tidak bermoral sampai pembaca mengerti bahwa perkawinan ini terjadi sebelum Hukum Taurat, yang melarang tindakan seperti itu, diberikan. Karena dosa pribadi bukan menjadi masalah karena tidak adanya hukum (Roma 4:15), kita menyimpulkan bahwa dalam kasus Abraham, perkawinannya itu bukanlah dosa. Jawaban yang jelas terhadap pertanyaan “kapan” ini penting untuk melengkapi pemahaman.
4.      Di mana?
      Pertanyaan “di mana” berhubungan letak geografis dan kebudayaan suatu ayat ditulis pada saat itu. Seringkali di dalam Alkitab kita menemukan kalimat “sampai ke Yerusalem”. Di dalam banyak kebudayaan, kalimat “sampai ke Yerusalem” berarti mengadakan perjalanan ke arah utara. Namun, maksud secara Alkitabiah berhubungan dengan tingkat dan bukan arah. Ketika Yesus baru tiba dari Galilea dan sedang “menujuk ke Yerusalem”, Dia sebenarnya sedang menuju ke selatan, namun berjalan dengan tingkat yang lebih tinggi.
5.      Mengapa?
      Pertanyaan “mengapa?” seringkali merupakan pertanyaan yang paling sulit dijawab. Jawabannya paling sering ditemukan saat sedang mempelajari ayat-ayat lainnya. Apabila seseorang membaca ayat di dalam Yesaya 7:14, yang berbunyi, “Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”, suatu pertanyaan yang nyata adalah “mengapa seorang perempuan muda?” Kita mungkin menjawab pertanyaan tersebut dengan, “itu  meamng sudah kehendak Allah.” Jawaban itu meskipun benar, namun tidak lengkap.
      Ketika kita mencari jawaban, kita akan menemukan ayat di dalam Roma 5 yang menyampaikan pengaruh dosa Adam terhadap umat manusia. Kita menemukan bahwa melalui manusia tersebut, Adam, setiap anggota dari umat manusia mendapatkan Dosa Alami. Jawaban atas pertanyaan “mengapa” dalam hal ini penting sebagai persyaratan Kristus untuk menebus dosa.
6.      Bagaimana?
      Pertanyaan “bagaimana” juga seringkali sulit untuk dijawab. Kita mungkin bertanya, “Bagaimana Yesus berjalan di atas air ?” Jawabannya sederhana karena Dia berjalan dalam Roh Kudus (Lukas 4:18).  Kita juga mungkin bertanya, “Bagaimana Tuhan mengendalikan sejarah ketika umat manusia memiliki kebebasan untuk memilih?” Pertanyaan tersebut tidaklah mudah dijawab, dan kita akan menyelidikanya nanti dalam pelajaran kita.
Pertanyaan yang lain bersifat pribadi yaitu:

•  Adakah suatu kebenaran mengenai Tuhan Yesus atau Bapa-Nya dalam nas tersebut? Atau ayat-ayat dalam Perjanjian Lama juga menunjuk ke­pada Juruselamat.
•  Adakah perintah-perintah yang harus saya taati?
•  Adakah dosa-dosa yang harus saya akui dan hindari?
•  Adakah sebuah janji yang dapat saya tuntut?
•  Adakah sesuatu yang belum saya pahami? Adakah suatu masalah yang harus saya cari jawabannya?
•  Adakah sesuatu yang dapat saya pakai dalam puji-pujian dan penyembahan?
•  Adakah sesuatu yang dapat saya doakan?
•  Adakah suatu ayat yang seharusnya saya hafalkan?
•  Adakah suatu berkat rohani yang harus saya syukuri?
•  Ayat-ayat mana yang sulit?
Pasti Anda terbantu kalau Anda mencatat pikiran, pertanyaan dan hasil-hasil dari pertanyaan di atas itu ke dalam sebuah buku catatan.
4.      Akhirilah setiap waktu teduh Anda dengan berdoa, yaitu bersyukur
kepada Tuhan atas apa yang sudah Anda pelajari dan yang diberikan
oleh Tuhan. Dan, mintalah kekuatan dan perlengkapan untuk
menaati-Nya.

Usahakanlah untuk membagikan perenungan Anda kepada orang lain selama hari tersebut. Hal ini dapat menancapkan pelajaran-pelajaran ter­sebut lebih mendalam di dalam pikiran Anda serta mengizinkan orang lain untuk membagikan berkat kepada Anda (Mai. 3:16).

Prinsip Persiapan Pribadi untuk Pelajaran Alkitab

Prinsip Persiapan Pribadi untuk Pelajaran Alkitab
  1. Percaya kepada Yesus Kristus
Murid pertama-tama harus menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya, karena “manusia duniawi” (orang yang tidak menerima Kristus) tidak dapat menerima atau memahami hal-hal mengenai Tuhan (1 Kor. 2:14). Karena itu, keselamatan adalah oleh iman dalam Kristus sendiri (Ef. 2:8-9). Roh Allah membuat murid yang mempelajari Firman Tuhan dapat melihat hal-hal yang rohani.
  1. Percaya Bahwa Alkitab Diilhami oleh Allah
Firman Allah yang menyatakan sendiri bahwa Alkitab diilhami oleh Allah (2 Tim. 3:16-17). Pelajaran Alkitab harus dimulai dengan mengakui fakta tersebut. “Lompatan” iman tidak perlu; hanya menerima bulat-bulat fakta bahwa Alkitab adalah benar dan cermat.
  1. Berdoa
Berdoa diperlukan untuk dapat memahami Alkitab. Firman Allah memerintahkan bahwa apabila seseorang kurang berhikmat, dan memintanya kepada Tuhan, maka Tuhan akan memberikannya dengan cuma-cuma  (Yakobus 1:5). Doa yang tulus untuk meminta pengenalan yang benar akan diberikan, karena hal-hal ini jelas merupakan kehendak Allah (1 Yoh. 5:14 bandingkan dengan Mat. 7:7-8).
  1. Belajar Secara Sungguh-Sungguh dan Bersabar
Karena banyak ayat-ayat dari Firman Allah yang belum dimengerti, maka kesungguh-sungguhan dan kesabaran diperlukan saat belajar (2 Tim. 2:15). Saat kita, sebagai mahluk hidup yang terbatas, berusaha untuk memahami pikiran Allah yang tidak terbatas, kita harus menyadari bahwa bahkan seorang juru bahasa yang cakap pun membutuhkan waktu lama.
  1. Akui Dosa-Dosa Anda Secara Terus Menerus
Mengakui dosa anda secara terus menerus juga penting, mengijinkan Allah membersihkan kehidupan, sehingga persekutuan yang lebih akrab dengan-Nya dapat dicapai (1 Yoh. 1:6-10). Dengan menyadari perlunya mengakui dosa-dosa, membuat terus menerus peka terhadap pikiran, bicara, atau tindakan yang tidak sejalan dengan kehendak Allah.
  1. Bersedia Hidup Sejalan Dengan Kehendak Allah

Tuhan Yesus Kristus berfirman, “Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu ajaran-Ku” (Yoh.7:17). Apabila tujuannya untuk mengembangkan hubungan dengan Allah Yang Hidup, maka setiap pengetahuan yang didapat hendaknya mendukung dan memperjelas hubungan tersebut. Pengetahuan tanpa kasih mengakibatkan kesombongan (1 Kor. 8:1). Apabila tujuan sekedar merupakan suatu penyelidikan intelektual dan bukannya hubungan dengan Allah Yang Hidup, maka pengetahuan yang dapatkan itu akan berkurang dan menyimpang.

Mamfaat mempelajarai Alkitab

Mamfaat mempelajarai Alkitab
1. Firman Tuhan membangkitkan iman, yang adalah sumber segala ketaatan. Jadi, iman itu dari pendengaran, dan pendengaran itu melalui firman Tuhan. (Rom. 10:17). Rasul Paulus, berkata mengenai dirinya sendiri bahwa dia, “hidup karena percaya, bukan karena melihat” (2 Kor. 5:7). Kita semua masuk ke dalam keselamatan oleh karena kasih karunia melalui iman (Ef.  2:8-9); dan menurut Paulus, karena sudah menerima Kristus, hendaklah hidup di dalam Dia (Kol. 2:6-7).
2.      Firman Tuhan membebaskan dari dosa. Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu. (Yoh. 8:32)
3.      Firman Tuhan membebaskan dari Setan. Dan seorang hamba Tuhan seharusnyalah tidak bertengkar, melainkan berlaku ramah kepada semua orang, cakap mengajar, sabar, sambil melatih dengan lemah lembut mereka yang menjadi penentang, kalau-kalau Tuhan berkenan memberikan kepada mereka pertobatan ke dalam pengenalan penuh akan kebenaran, dan mereka dapat menjadi sadar kembali dari perangkap si iblis, setelah ditawan olehnya dalam keinginannya itu. (2 Tim. 2:24-26)
4.      Firman Tuhan menguduskan. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran-Mu; firman-Mu adalah kebenaran. (Yoh. 17:17)
5.         Firman Tuhan membebaskan dari kebinasaan.  Dia, yang telah memanggil kita melalui kemuliaan dan kebajikan. Tuhan telah melimpah­kan janji-janji yang sangat besar dan berharga, supaya melalui hal ini kamu dapat menjadi semitra dari kodrat ilahi karena telah luput dari kebinasaan yang ada dalam keinginan di dunia. (2 Ptr.1:3-4)
6.         Alkitab menampilkan kasih. Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhla (1 Tim. 1:5)
7.         Alkitab menyelamatkan. Waspadalah terhadap dirimu sendiri dan terhadap pengajaran, tetaplah tinggal di dalamnya, karena dengan melakukan hal itu engkau juga akan menyelamatkan dirimu sendiri, bahkan mereka yang mendengarkan engkau. (1 Tim. 4:16). Mereka yang sedang binasa, karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran agar mereka diselamatkan. (2 Tes.2:10)
8.            Alkitab memberikan sukacita. Aku telah mengatakan hal-hal ini kepadamu, supaya sukacita-Ku tinggal di dalam kamu, dan sukacitamu menjadi penuh. (Yoh. 15:11)
9.   Alkitab menyatakan Tuhan. Dan TUHAN menampakkan diri lagi di Silo, sebab YAHWEH menyatakan diri-Nya di Silo kepada Samuel melalui firman TUHAN. (1 Sam. 3:21)
10.  Memurnikan Hidup. Firman Tuhan perlu bagi pemurnian hidup karena Firman-Nya adalah Kebenaran (Yoh. 17:17). Meskipun Orang-Orang Percaya, mempunyai masalah dengan dosa-dosa (1 Yoh. 1:6-10), jadi harus mempelajari Firman Tuhan untuk mengenali dosa yang mungkin akan terjadi. Dengan demikian dapat berdoa dengan sungguh-sungguh memohon kesembuhan dan penyucian (Mzm. 51).
11.  Pengetahuan Baru. Ada pengetahuan  baru dari Firman Tuhan karena “bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus” (2 Ptr.3:14-18).
12.  Kekuatan Dalam Pelayanan. Dengan Roh Kudus yang bekerja di dalam kehidupan saat belajar memiliki “pikiran Kristus” (1 Kor. 2:14-16), akan ada kuasa di dalam pelayanan (Ef. 2:10). Kita berada dalam peperangan dengan iblis dan kekuatan-kekuatannya, oleh karena itu membutuhkan kuasa di luar kekuatan dan kemampuan sendiri (Ef. 6:10-18). Kuasa berasal dari kepatuhan kepada kehendak Tuhan, karena Tuhanlah yang bekerja di dalam kita, “baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya” (Flp. 2:13).

13.  Perlengkapan Untuk Pelayanan. Dengan pengetahuan akan Firman Tuhan, kita dapat mempraktekkan kebenaran tersebut di dalam nama Tuhan Yesus (Kol. 3:16-17), dan menyatakannya kepada dunia yang hilang dan akan binasa ini (Yoh. 17:17-19; Ibr. 5:12).

Minggu, 20 September 2015

Dasar-DasarDoktrin Kekristenan



Dasar-DasarDoktrinKekristenan
1.      Hanyaadasatu Allah - Yesaya 43:10; 44:6,8; Yohanes 17:3; 1 Korintus 8:5-6; Galatia 4:8-9
2.      Allah ituTrinitas - 2 Korintus 13:14; 1 Petrus 1:2
3.      Tidakada Allah lain sebelumdansesudah Allah - Yesaya 43:10
4.      Allah tahusegalasesuatu - 1 Yohanes 3:20
5.      Allah MahaKuasa - Mazmur 115:3
6.      Allah ada di mana-mana - Yeremia 23:23,24
7.      Allah adalahPenguasa - Zakharia 9:14; 1 Timotius 6:15-16
8.      Allah ituroh - Yohanes 4:24
9.      Allah menciptakansemua yang ada - Kejadian 1:1; Yesaya 44:24
10.  Rohtidakmemilikitubuh yang terdiridaridarahdandaging - Lukas 24:39
11.  Allah selama-lamanyaadalah Allah - Mazmur 90:2
12.  Yesusadalah Allah - Yohanes 1:1,14;10:30-33; 20:28; Kolose 2:9; Filipi 2:5-8; Ibrani 1:8
13.  Yesusmenjadimanusia - Filipi 2:5-8
14.  Yesusmemiliki 2 natur: Allah danmanusia - Kolose 2:99; 1 Timotius 2:5
15.  Yesustidakberdosa - 1 Petrus 2:22
16.  Yesusadalahsatu-satunyajalanmenuju Allah Bapa - Yohanes 14:6; Matius 11:27; Lukas 10:22
17.  Roh Kudus adalah Allah - Kisah Para Rasul 5:3-4
18.  Roh Kudus bukanlahsemacamkekuatan. Iahidup - Kisah Para Rasul 13:2
19.  Alkitabdiinspirasikanoleh Allah - 2 Timotius 3:16
20.  Semuamanusiatelahberdosa - Roma 3:23; 5:12
21.  Manusiatidakberevolusi, manusiadiciptakan - Kejadian 1:26
22.  Adam danHawaadalahmanusia yang benar-benarada - Kejadian 3:20;5:1; 1 Timotius 2:13
23.  Kematianmasukkedalamduniakarenadosa Adam - Roma 5:12-15
24.  Dosamemisahkankitadari Allah - Yesaya 59:2
25.  Yesustelahmatiuntukdosadosakita - 1 Yohanes 2:2; 2 Korintus 5:14; 1 Petrus 2:24
26.  PengorbananKristusadalahpenggantibagikita - 1 Petrus 2:24
27.  Yesusbangkitdarikematiandalamtubuhfisik-Nya - Yohanes 2:19-21
28.  Mereka yang menolakYesusakanmasukneraka - Wahyu 20:11-15
29.  Nerakaadalahtempatpenghukuman yang berapi-api - Matius 25:41;Wahyu 19:20
30.  Nerakaituabadi - Matius 25:46
31.  Mereka yang tidakdiselamatkanakanpergikenerakauntukselamanya - Wahyu 21:8
32.  Keselamatanadalahanugrahcuma-cumadari Allah - Roma 4:5; 6:23; Efesus 2:8-9
33.  AlkitabadalahFirman Allah - 2 Timotius 3:16
34.  Yesusakankembalilagidandapatdilihatolehdunia - Kisah Para Rasul 1:11
35.  Orang-orang Kristen akandibangkitkanketikaYesusdatangkembali yang keduakalinya - 1 Tesalonika 4:14-17
36.  Akan ada rapture (diangkatkeawanbertemudenganKristus) - 1 Tesalonika 4:14-17
37.  Akan adapenghakiman yang terakhir - 2 Petrus 3:7
38.  Mereka yang berdosaakandibuangkedalamlautanapi - Wahyu 20:15
39.  Setanakandibuangkedalamlautanapi - Wahyu 20:10
40.  Akan adalangitbarudanbumibaru - 2 Petrus 3:13; Wahyu 21:1